Umar bin Khaththab radhiyallahu 'anhu mendatangi negeri Syam.
Kedatangannya disambut para amir dan pembesar. Umar berkata: "Di mana
saudaraku Abu Ubaidah?" Mereka menjawab: "Ia akan datang kepadamu
sekarang juga."
Tak lama kemudian Abu Ubaidah datang sambil menaiki
seekor unta yang hidungnya diikat dengan tali. Ia mengucapkan salam
kepada Umar kemudian berkata kepada orang-orang: "Tinggalkanlah kami!"
Maka
Umar berjalan bersama Abu Ubaidah hingga tiba di rumahnya. Ia pun
singgah di rumah itu. Ternyata di dalam rumah itu, umar tidak menjumpai
barang apapun kecuali hanya pedang, perisai, dan pelana untuk kuda.
Maka Umar berkata: "Mengapa kamu tidak mengumpulkan harta?" Abu Ubaidah
menjawab: "Wahai Amirul Mukminin, sesungguhnya barang-barang inilah
yang bisa menyampaikan kami ke tempat peristirahatan (akhirat) dengan
selamat."
(Siyar A'laamin Nubala I/16)
Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu berkata:
"Barangsiapa yang
menginginkan akhirat, berarti ia akan mengalami kesulitan di dunia.
Barangsiapa menghendaki dunia, maka dia akan mengalami kesulitan di
akhirat. Wahai sekalian manusia, bersusah payahlah kalian dengan sesuatu
yang musnah untuk kebahagiaan yang kekal."
(Siyar A'laamin Nubala I/496)
Abu Darda radhiyallahu 'anhu berkata:
"Aku memohon perlindungan
kepada Allah dari hati yang bercerai-berai." Ia ditanya: "Bagaimana hati
yang bercerai-berai itu?" Abu Darda menjawab: "Di setiap lembah milikku
selalu ada hartanya."
(Siyar A'laamin Nubala II/348)
(Dinukil dari kitab Aina Nahnu min Akhlakis Salaf karya Abdul Aziz bin Nashirul Jalil dan Bahaud-Din bin Fatih 'Aqil)
-
Blogger Comment
-
Facebook Comment
Langganan:
Posting Komentar
(
Atom
)
0 komentar :
Posting Komentar