Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu berkata:
"Ikutilah jejak kami dan janganlah kamu mengadakan kebid'ahan. Sungguh agama Islam telah mencukupi bagi kehidupan kalian."
Mu'adz bin Jabal radhiyallahu 'anhu berkata:
"Sesungguhnya di
belakang hari banyak terjadi fitnah, yang padanya banyak harta, Al
Qur'an terbuka sehingga orang beriman, orang munafik, laki-laki,
perempuan, anak kecil, orang dewasa, budak dan orang merdeka
mengambilnya, hingga ada orang berkata: "Mengapa manusia tidak
mengikutiku padahal aku telah menyampaikan Al Qur'an?
(Ternyata) mereka tidak akan mengikuti hingga aku mengadakan kebid'ahan
untuk mereka." Waspadalah terhadap kebid'ahan yang diadakan oleh suatu
kaum karena mereka telah sesat. Aku memperingatkan kalian dari hakim
yang sesat, sesungguhnya setan berkata sesat melalui lisan hakim dan
orang munafik terkadang berkata benar."
Abu Idris Al Khaulani rahimahullah berkata:
"Aku melihat kobaran
api di masjid yang tidak bisa aku padamkan lebih aku sukai daripada aku
melihat kebid'ahan di masjid yang aku tidak bisa mengubahnya."
Abdullah bin Al Mubarak rahimahullah berkata:
"Ketahuilah wahai
saudaraku! Sesungguhnya kematian adalah karamah bagi seorang muslim yang
bertemu Allah di atas As Sunnah, maka (kita ucapkan) inna lillahi wa
inna wa inna ilaihi raji'un dan mengadu kepada Allah akan keterasingan
kita, hilangnya saudara-saudara kita, sedikitnya penolong As Sunnah dan
bermunculannya kebid'ahan, dan inna lillahi wa inna wa inna ilaihi
raji'un kita mengadukan kepada Allah terhadap hilangnya para ulama,
pengikut As Sunnah, dan terhadap bermunculannya kebid'ahan yang menimpa
umat ini."
(Dinukil dari Mukhtashar Kitab Al I'tisham karya Imam Asy Syathibi, hal. 23-26)

0 komentar :
Posting Komentar