"Tidaklah
seorang hamba meyakini surga dan neraka dengan keyakinan yang
sebenar-benarnya melainkan (pasti menjadi) khusyu', kurus-layu,
istiqamah, dan sederhana hingga datang maut menjemputnya."
Dan beliau berkata:
"Wahai anak Adam, sesungguhnya di antara
(tanda) lemahnya keyakinanmu adalah engkau lebih percaya dengan apa yang
berada di tanganmu daripada apa yang berada di tangan Allah Azza wa
Jalla."
(Mawa'izh Al-Imam Al-Hasan Al-Bashri, hal. 77-78)

0 komentar :
Posting Komentar