Syair Aqidah Muslim


SYAIR AQIDAH MUSLIM

Syaikh Muhammad Jamil Zainu Rahimahullahu dalam kitab Al Firqatun Najiyah menyebutkan syair yang sangat indah bagi para ahlut tauhid:

إِنْ كَانَ تَابِعُ أَحْمَدٍ مُتَوَهِّبًافَأَنَا الْمُقِرُّ بِأَنَّنِيْ وَهَّابِيْ
أَنْفِي الشَّرِيْكَ عَنِ اْلإِلَهِ فَلَيْسَ لِيْرَبٌّ سِوَى الْمُتَفَرِّدِ اْلوَهَّابِ

Jika pengikut Rasulullah adalah wahabi, maka aku akui bahwa diriku wahabi.
Kutiadakan sekutu bagi Ilah, maka tak ada Ilah bagiku selain Yang Maha Esa dan Maha Pemberi.

لاَ قُبَةٌ تُرْجَى وَلاَ وَثَنٌ وَلاَقَبْرٌ لَهُ سَبَبٌ مِنَ اْلأَسْبَابِ
كَلاَّ وَلاَ حَجَرٌ، وَلاَ شَجَرٌ وَلاَعَيْنٌ وَلاَ نُصُبٌ مِنَ اْلأَنْصَابِ

Tak ada kubah yang bisa diharap, tidak pula berhala, dan kuburan tidaklah sebab di antara penyebab.
Tidak, sama sekali tidak, tidak pula batu, pohon, mata air, atau patung-patung.

أَيْضًا وَلَسْتُ مُعَلِّقًا لِتَمِيْمَةِ أَوْ حَلَقَةٍ أَوْ وَدْعَةٍ أَوْ نَابِلِرَجَاءِ نَفْعٍ أَوْ لِدَفْعِ
بَلِيَّةٍ اللهُ يَنْفَعُنِيْ وَيَدْفَعُ مَا بِيْ

Juga aku tidak mengalungkan jimat, temali, rumah kerang, atau taring untuk mengharap manfaat atau menolak bala.
Allah yang memberiku manfaat dan menolak bahaya dariku.

وَاْلاِبْتِدَاعُ وَكُلُّ أَمْرٍ مُحْدَثٍ فِي الدِّيْنِ يُنْكِرُهُ أُوْلُو اْلأَلْبَابِ
أَرْجُوْ بِأَنِّيْ لاَ أَقَارِبُهُ وَلاَ أَرْضَاهُ دِيْنًا وَهُوَ غَيْرُ صَوَابِ

Adapun bid’ah dan segala perkara yang diada-adakan dalam agama,
maka orang-orang berakal mengingkarinya.
Aku berharap semoga ku tak kan mendekatinya tidak pula rela secara agama, ia tidak benar.

وَأَعُوْذُ مِنْ جَهْمِيَّةٍ عَنْهَا عَتَتْ بِخِلاَفِ كُلِّ مُؤَوِّلِ مُرْتَابِ
وَاْلاِسْتِوَاءُ فَإِنَّ حَسْبِيْ قُدْوَةٌ فِيْهِ مَقَالُ السَّادَةِ اْلأَنْجَابِ
الشَّافِعِي وَمَالِكٍ وَأَبِيْ حَنِيْفَةَ وَابْنِ حَنْبَلِ التَّقِيِّ اْلأَوَّابِ

Dan aku berlindung dari Jahmiyah, aku mencela perselisihan setiap ahli takwil dan peragu-ragu.
Adapun tentang istawa, cukuplah bagiku teladan dari ucapan para pemimpin yang mulia; Syafi’i, Malik, Abu Hanifah, Ibnu Hambal; orang-orang yang bertakwa dan ahli bertaubat.

وَبِعَصْرِنَا مَنْ جَاءَ مُعْتَقِدًا بِهِ صَاحُوْا عَلَيْهِ مُجَسِّمٌ وَهَّابِيْ
جَاءَ الْحَدِيْثُ بِغُرْبَةِ اْلإِسْلاَمِ فَلْيَبْكِ الْمُحِبُّ لِغُرْبَةِ اْلأَحْبَابِ

Adapun di zaman kita ini siapa saja yang berkeyakinan seperti keyakinan mereka, dijuluki mujassim wahabi.
Hadits telah memberitakan tentang asingnya Islam, maka menangislah pecinta kebenaran karena sedikitnya teman

فَاللَّهُ يَحْمِيْنَا، وَيَحْفَظُ دِيْنَنَا مِنْ شَرِّ كُلِّ مُعَانِدٍ سَبَّابِ
وَيُؤَيِّدُ الدِّيْنَ الْحَنِيْفَ بِعُصْبَةٍ مُتَمَسِّكِيْنَ بِسُنَّةٍ وَكِتَابِ
لاَ يَأْخُذُوْنَ بِرَأْيِهِمْ وَقِيَاسِهِمْ وَلَهُمِ إِلَى اْلوَحْيَيْنِ خَيْرُ مَآبِ

Allah yang melindungi kita dan yang menjaga agama kita dari kejahatan setiap pembangkang dan pencela.
Dia menguatkan agama-Nya yang lurus dengan sekelompok orang-orang yang berpegang teguh dengan sunnah dan kitab-Nya.
Mereka tidak mengambil hukum lewat pendapat dan qias, sedang kepada para ahli wahyu, mereka sebaik-baik orang yang kembali.

قَدْ أَخْبَرَ الْمُخْتَارُ عَنْهُمْ أَنَّهُمْ غُرَبَاءُ بَيْنَ اْلأَهْلِ وَاْلأَصْحَابِ
سَلَكُوْ طَرِيْقَ السَّالِكِيْنَ إِلَى الْهُدَى وَمَشَوْا عَلَى مِنْهَاجِهِمْ بِصَوَابِ

Sang Nabi terpilih telah mengabarkan tentang mereka, bahwa mereka adalah orang-orang asing di tengah keluarga dan kawan pergaulannya.
Mereka menapaki jalan orang-orang yang menuju petunjuk dan berjalan di atas jalan mereka dengan benar.

مِنْ أَجَلِ ذَا أَهْلُ اْلغُلُوِّ تَنَافَرُوْا عَنْهُمْ فَقُلْنَا لَيْسَ ذَا بِعُجَابِ
نَفَرَ الَّذِيْنَ دَعَاهُمْ خَيْرُ اْلوَرَى إِذْ لَقَّبُوْهُ بِسَاحِرٍ كَذَّابِ

Karena itulah orang-orang yang ghuluw (ekstrimis) berlari dan menjauh dari mereka.
Tapi kita berkata, tidak aneh.
Telah lari pula orang-orang yang diseru oleh sebaik-baik manusia, bahkan menjulukinya sebagai tukang (ahli) sihir lagi pendusta.

مَعَ عِلْمِهِمْ بِأَمَانَةٍ وَدِيَانَةٍ فِيْهِ وَمَكْرَمَةٍ، وَصِدْقِ جَوَابِ
صَلَّى عَلَيْهِ اللَّهُ مَا هَبَّ الصَّبَا وَعَلَى جَمِيْعِ اْلآلِ وَاْلأَصْحَابِ

Padahal mereka mengetahui, betapa beliau seorang yang teguh memegang amanah dan janji, mulia dan jujur menepati.
Semoga keberkahan atasnya selama angin masih berhembus, juga atas segala keluarga dan semua sahabatnya.

[Dinukil dari kitab Al Firqatun Najiyah, Edisi Indonesia Jalan Golongan yang Selamat, karya Asy Syaikh Muhammad Jamil Zainu rahimahullahu]
Share on Google Plus

About Anonim

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :